Jagakampung.com, Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Murodi, berencana mendorong peningkatan inovasi warga melalui kegiatan ketahanan pangan yang dilakukan oleh Kelompok Ternak di wilayah. Pernyataan tersebut disampaikan olehnya saat memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan Reses III Tahun Anggaran (TA) 2025 di wilayah RT 004/RW 006, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Jumat (7/11/2025).
Reses itu pun turut dihadiri Lurah Jaticempaka, Edi Djunaedi, jajaran staf Kelurahan Jaticempaka, tokoh masyarakat, dan perwakilan unsur pemuda dari Karang Taruna setempat.

Dalam kesempatan ini, Lurah Jaticempaka sempat menyampaikan apresiasinya, atas rencana Ahmad Murodi dalam mendorong kegiatan ketahanan pangan melalui kelompok ternak. Menurutnya, program seperti itu memiliki potensi besar untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian ekonomi warga masyarakat.
Namun Edi menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan, agar hasil yang didapatkan masyarakat tidak berhenti pada tahap pelatihan. “Kami berharap melalui aspirasi Bang Dewan, program seperti ini bisa lebih dikawal,” katanya menanggapi sambutan dari anggota DPRD Kota Bekasi yang juga Ketua Fraksi PKB itu.
Misalnya, lanjut Lurah Jaticempaka menambahkan, “hasil budidaya-nya nanti dapat diserap oleh dinas terkait, atau difasilitasi pemasarannya ke pasar-pasar yang ada,” imbuhnya.
Edi menuturkan, kendala yang kerap dihadapi kelompok masyarakat bukan hanya pada proses budidaya. Tapi juga pada aspek penjualan, dan kualitas dari produk yang dihasilkan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah khususnya Kelurahan, DPRD, dan dinas teknis terkait dapat memperkuat arah pengembangan program tersebut. “Nah ini harapan kami melalui Bang Dewan yang terhormat, semoga bisa diselaraskan,” tutupnya.
Sementara ketika di konfirmasi, Ahmad Murodi menyebutkan, usulan warga pada reses kali ini masih didominasi oleh kebutuhan infrastruktur.
Dan peningkatan inovasi masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan juga menjadi pembahasan di dalam kegiatan. “Misalkan tadi ada (red — Peningkatan) kelompok ternak kambing. Bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan program, salah satunya adalah modal usaha untuk meningkatkan jumlah dan kualitas ternak,” ucapnya kepada wartawan.
Bro Qimung sapaan akrabnya, memiliki komitmen untuk mengawal program tersebut melalui Dinas Ketahanan Pangan. Agar tidak hanya berhenti pada tahap teori pelatihan saja, tetapi juga memiliki realisasi nyata di lapangan, “Nah kalau ternak kambing (red — Marketnya) pasti-lah, sebab kita juga sudah punya rekanan. Kayak rumah aqiqah dan lain sebagainya, itu-kan salah satu penyaluran juga dari kita,” tegasnya.

Selain dari sisi ketahanan pangan, Bro Qimung juga menyoroti sejumlah kebutuhan mendesak lainnya di wilayah Kelurahan Jaticempaka. Seperti perbaikan jalan rusak, penambahan lampu penerangan jalan (PJU), serta perbaikan saluran air.
Tetapi sebelumnya, Bro Qimung mengungkapkan, ada beberapa aspirasi warga yang sudah direalisasikan di lokasi tersebut. Seperti pemasangan PJU di 33 titik, pengaspalan, dan pemasangan saluran U-ditch. “Kira-kira sekitar 2 minggu lagi selesai lah, makanya saya tempatkan reses disini,” ungkapnya.
Ketika disinggung terkait persentase realisasi dari sejumlah usulan warga, Bro Qimung tidak menyebutkan angka secara pasti. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin meyakinkan masyarakat bahwa kedatangan kami ini untuk membawa manfaat, dan manfaat itu bisa benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (Andrew)





