Jagakampung.com, Kota Bekasi – Peningkatan pekerjaan pembangunan jalan kini tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Seperti hal nya yang terpantau oleh media ini di wilayah Kecamatan Rawa Lumbu pada Senin, 15/09/2025.
Peningkatan pembangunan Jalan Lumbu Barat Raya, Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi, tengah dilakukan oleh pihak Dinas BMSDA Kota Bekasi. Pekerjaan yang menggunakan nilai anggaran sebesar Rp 7,4 milyar ini dimenangkan oleh CV. Arrahji Bussiness, yang dananya bersumber dari anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025.

Dalam proses pengerjaan peningkatan jalan tersebut, pihak kontraktor dalam hal ini melakukan pemadatannya pun tidak dibuat secara sembarangan namun dibutuhkan beberapa pemadatan terlebih dahulu dengan membuat tes CBR untuk mencapai nilai kepadatan tanah sesuai spesifikasi dalam RAB dan KAK (kerangka acuan kerja) yang ada. Dan dilanjutkan dengan metode pemadatan menggunakan alat berat seperti Vibro 12 ton.
Namun terkadang faktor cuaca juga ikut menjadi pengaruh besar dalam proses pengerjaannya, akibatnya pengecoran jalan yang dilakukan pada saat itu (kemarin Minggu malam) dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan pada sub base course. Karena hujan deras yang terjadi selama hampir 3 jam lebih sempat membuat jalur jalan yang sudah dipadati tersebut, tergenang air limpasan dari kali Rawa Lumbu sehingga Lapisan Pondasi Agregat Kelas A (LPA) terjadi pergerakan pada saat kendaraan berat melebihi sekitar 20 ton (truk molen) berhenti ditempat tersebut yang mengakibatkan amblasnya tanah di lokasi sekitar 10 cm.
Sehingga akhirnya melihat hal tersebut, Pelaksana kontraktor lapangan menghentikan sementara pekerjaan pengecoran jalan dan melaporkan hal tersebut kepada pihak Dinas BMSDA sebagai Pelaksana Teknis untuk meminta izin perbaikan tanah bagian base-nya. “Ya Bang, kita hentikan dulu sementara pekerjaan pengecoran jalan ke jembatan 9 ini karena ada tanah yang amblas. Baru besok kami lanjutkan setelah memperbaiki kondisi badan jalan tersebut, karena kami tidak ingin pekerjaan ini menjadi sia-sia nantinya,” ungkap Rahman selaku pelaksana di lapangan kepada media ini.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pihak DBMSDA Kota Bekasi kepada media ini. “Ya memang benar Bang, kemarin sudah di laporkan terkait jalur pemadatan jalan di jembatan 9 yang amblas dan disepakati untuk dibongkar serta diperbaiki bagian base-nya. Hasilnya hari ini semua terlihat kembali normal,” ungkap Arkos selaku Pelaksana Teknis dari DBMSDA Kota Bekasi saat di temui dilapangan saat pengecoran jalan kembali digelar usai perbaikan sub base course.

Proses perbaikan sub base course tersebut menggunakan alat berat jenis scrapper sehingga tanah lempung yang ada diangkat dan dikeluarkan lalu kembali diberi tanah timbunan, kemudian diratakan dan terakhir digilas menggunakan vibro agar hasil lebih padat.
Dan perlu diketahui bersama bahwa dalam proses pekerjaan timbunan ini harus benar-benar sesuai mutu karena apabila terjadi suatu penurunan yang tidak seragam, nantinya akan menyebabkan kerusakan pada seluruh badan jalan. Dan setelah semua diperbaiki serta dipadatkan, proses pengecoran pun dilakukan kembali menggunakan beton FC 30 hingga selesai.
Pemilihan beton mutu tinggi ini memang sengaja digunakan guna memastikan jalan dapat segera dibuka kembali, agar lalu lintas dapat kembali berjalan normal setelah pengerjaan pengecoran jalan ini selesai. (JtM)





