Jagakampung.com, Kota Bekasi – Penanganan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) menjadi skala prioritas bagi sejumlah wilayah di Kota Bekasi dan hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk turut serta mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat yang kurang mampu. Seperti yang tengah dilakukan oleh BKM Kelurahan Bojong Rawalumbu, 9 titik pembangunan rutilahu kini telah rampung dikerjakan.
Hal ini ditegaskan oleh Yanto selaku Koordinator BKM Bojong Rawalumbu kepada media ini pada Jumat 08/08/2025. “Sudah rampung semua Bang dan saat ini kami juga sedang menyelesaikan LPJ (laporan pertanggung jawaban) untuk yang 4 rumah lagi,” ungkapnya saat dikonfirmasi di salah satu tempat di wilayah Bojong Rawalumbu.

Kepada media ini dikatakannya juga bahwa pelaksanaan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu melalui kualitas hunian yang sehat, aman dan nyaman. “Program rutilahu memang ditujukan untuk mereka warga yang kurang mampu Bang,” ungkapnya secara detail.
Oleh karena itu dengan semangat keswadayaan yang di miliki, BKM Bojong Rawalumbu saling bahu membahu dalam melaksanakan giat tersebut. Dan yang hebatnya lagi, bahkan ada subsidi juga yang diberikan oleh BKM Bojong Rawalumbu kepada warga masyarakat yang rumahnya terkena kebakaran hebat pada 8 Mei 2025 yang lalu.
“Kebetulan pada saat pelaksanaan program rutilahu berjalan untuk 9 rumah, ada rumah seluas 6×18 m yang terkena kebakaran hebat di RW 41 yang butuh penanganan sesegera mungkin namun karena saat itu seluruh anggaran sudah di alokasikan ke 9 rumah sebelumnya, maka kami dengan secara swadaya berusaha membantu dengan mencari anggaran guna melakukan renovasi terhadap rumah tersebut,” urainya menjelaskan.
Akhirnya lebih lanjut diungkapkannya, “terkumpul lah anggaran swadaya dari masyarakat sebesar 8 juta, dari BAZNAS sebesar 6 juta, dari sumber yg tidak ingin disebutkan namanya sebesar 4,8 juta dan patungan dari anggota BKM sebesar 2 juta, maka akhirnya rumah korban kebakaran tersebut dapat turut direnovasi oleh BKM Bojong Rawalumbu,” imbuhnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Plt Lurah Bojong Rawalumbu, Abdul Kodir kepada media ini bahwa dalam pelaksanaan program rutilahu tersebut memang perlu adanya rasa empati kepada sesama, bukan hanya sekedar simpati. “Karena dari sikap empati tersebut, maka BKM Bojong Rawalumbu dapat mampu merasakan apa yang dirasakan oleh korban kebakaran tersebut, sehingga dengan begitu mereka mampu menggalang dana untuk membantu korban kebakaran tersebut,” ungkap pria hitam manis ini berfilosofi.

Ungkapan yang sama juga dilontarkan oleh Kasie Permasbang Bojong Rawalumbu, Ibu Asmah S.AP, mengatakan bahwa pelaksanaan program rutilahu ini memang harus tepat sasaran untuk warga yang kurang mampu. “Ya Abang lihat sendiri kan, kemarin itu sudah 9 titik rutilahu yang disiapkan dan dikerjakan namun ada warga kurang mampu yang terkena kebakaran, yang akhirnya BKM Bojong Rawalumbu berjibaku turut serta menggalang dana serta membantu memperbaiki rumah tersebut dan bagi saya itu jadi kebanggaan tersendiri,” ujar wanita enerjik ini.
Kesan positif ini memang begitu terlihat nyata membayangi perjalanan dan peran serta BKM Bojong Rawalumbu dalam mengapresiasikan diri untuk turut berperan aktif dalam menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur seperti kemanusiaan, kemasyarakatan, dan demokrasi dalam kehidupan nyata masyarakat sekitarnya. (J4N5)





