28.9 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Premanisme Jalanan Dibasmi, Premanisme Berdasi Dibiarkan ??

Premanisme Jalanan Dibasmi, Premanisme Berdasi Dibiarkan ?

Jakarta — Kami menyambut baik langkah aparat keamanan dalam membersihkan premanisme jalanan di berbagai sudut ibu kota. Ketertiban umum memang harus ditegakkan, dan masyarakat patut mendapatkan rasa aman tanpa ancaman pemalakan atau kekerasan di jalan.

Namun, di tengah keberhasilan operasi tersebut, publik juga menyoroti satu pertanyaan besar : mengapa negara tampak begitu cepat dan tegas menghadapi preman kecil di jalanan, tapi lamban dan tumpul ketika berhadapan dengan premanisme berdasi yang merampok uang rakyat hingga triliunan rupiah ?

Apakah ini hanya pengalihan isu semata ? Atau bagian dari pertunjukan simbolik untuk menutupi kejahatan yang lebih besar— korupsi sistemik dan terorganisir yang dijalankan oleh elit politik dan korporasi ?

Berita Lainya :  Polisi Selidiki Tawuran di Rel Kereta Tanjung Priok, Pelaku Masih Diburu

Mari kita buka kembali ingatan publik dan sederet skandal besar yang belum tuntas :

  • Pertamina : Dugaan korupsi dalam proyek kilang, pengadaan migas, hingga kasus Pertamax oplosan yang merugikan rakyat.
  • PT Timah : Kerugian negara yang ditaksir mencapai puluhan triliun, serta kerusakan ekologis yang ditinggalkan.
  • Antam : Dugaan permainan ekspor emas dan praktik oligopoli tambang yang mengangkangi sumber daya nasional.
  • BPJS Kesehatan : Defisit kronis tanpa transparansi dalam belanja anggaran, sementara layanan makin tertekan.
  • Food Estate : Proyek strategis nasional yang gagal dan menyisakan tanya soal aliran dana dan efektivitasnya.
  • Jiwasraya & Asabri : Kasus besar yang belum tuntas pengembaliannya, menyangkut dana pensiun rakyat.
  • Mark-up proyek infrastruktur : Dugaan proyek fiktif dan pembengkakan anggaran di kementerian-kementerian.
  • Pemilu & Pilkada : Dugaan suap dan permainan anggaran bansos menjelang pesta demokrasi.
Berita Lainya :  Lukman Terpilih Pimpin BKM Kelurahan Jakasampurna 2025–2028, Sya'roni: Harus Bangun Harmonisasi!

Faktanya ? Banyak dari kasus tersebut mandek. Ada yang hanya berakhir di meja penyidikan, sebagian diseret ke pengadilan dengan pelaku kelas teri, sementara “ikan besar” masih melenggang bebas di balik jas dan dasi.

Pertanyaan penting bagi kita semua : Mengapa negara secepat kilat memberantas preman pasar, tapi terkesan lamban membongkar preman tambang dan preman korporat ???

Apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas ?? Rakyat bukan tidak tahu. Rakyat mencatat.Dan rakyat sudah terlalu sering jadi korban.

Berita Lainya :  Pisah Sambut Wakapolsek Kelapa Gading, AKP Purwo Widodo Serahkan Tugas ke AKP Antonias Lumbantoruan

Jangan sampai pemberantasan premanisme hanya menjadi operasi kosmetik. Karena wajah-wajah preman masa kini bukan lagi mereka yang menguasai terminal dan pasar, tapi mereka yang duduk di ruang direksi, ruang rapat kementerian, dan ruang kekuasaan.

Jagakampung.com akan terus menjadi suara warga dan penjaga nalar kritis rakyat. Karena keadilan tidak boleh hanya berpihak pada yang kuat.

Sumber : Suara Kaum Betawi 

 

Related Articles

JAGAKAMPUNG TV

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Berita Saatkita News