Selain Banjir, Kebumen Juga Diterjang Tanah Longsor

foto. dok detikcom.

Kebumen, Jagakampung.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melaporkan, sedikitnya 27 desa terendam banjir dan 24 desa lainnya di Kabupaten Kebumen diterjang tanah longsor.

Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Kabupaten Kebumen diguyur hujan sejak Minggu 25 Oktober 2020 mulai pukul 14.00 WIB hingga Senin dini hari.

Mengutip situs Kebumenekspres.com disebutkan, Kepala Desa Kaliputih Kecamatan Alian Daniati menyampaikan terdapat kerusakan tebing longsor dan banjir di wilayahnya. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun beberapa rumah warga rusak. Selain itu, akses jalan yang menghubungkan ke Kecamatan Karangsambung dan Wonosobo sempat tertutup.

WAJIB BACA :  Bubarkan Pendemo di Bandung, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

“Warga dibantu petugas sudah melakukan pembersihan separo material longsor. Kami telah berkoordinasi dengan DPUPR agar dibantu alat berat untuk membersihkan tanah,” terangnya.

Dampak adanya banjir juga membuat ribuan orang mengungsi. Pengungsian dilakukan mengingat genangan air yang membahayakan pemukiman warga. Masyarakat yang mengungsi tercatat di Kecamatan Alian dan Puring.

Puluhan kambing mati akibat terendam banjir besar yang melanda Kebumen. (Foto: Capture Video/dok. Jagakampung)

Berdasarkan laporan tertulis BPBD Kebumen menyebutkan, banjir terjadi pada 24 desa/kelurahan di enam kecamatan. Ini meliputi Kecamatan Prembun di Desa Pesuningan, Merden dan Kedungbulus. Kecamatan Alian melanda 6 desa, Kecamatan Kebumen 5 desa, Karanganyar 6 desa, Adimulyo 3 desa dan sisanya Kecamatan Puring.

WAJIB BACA :  Masa Penahanan Brigjen Prasetijo dan Pengacara Djoko Tjandra Diperpanjang

Sementara itu, Bupati KH Yazid Mahfudz yang meninjau tanggul jebol di Desa Madureja, Kecamatan Puring, Senin memastikan akan segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut. Sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas seperti semula.

“Kita akan langsung tangani bersama BBWS. Secepatnya,” tegas Yazid Mahfudz.

Bupati meminta warga tetap waspada, mengingat saat ini curah hujan tinggi masih bisa terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen. “Bantuan-bantuan juga sudah kita salurkan kepada masyarakat. Baik yang terkena banjir maupun longsor,” imbuhnya.

WAJIB BACA :  Donald Trump Positif Covid, AS Kerahkan Pesawat Komando Nuklir

Seperti diketahui, hujan deras selama dua hari menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kebumen. Dilaporkan terdapat 24 desa terkena banjir dan belasan titik longsor.

Selain kerusakan, ribuan warga juga sempat mengungsi dari rumah ke tempat yang lebih aman. Meskipun kini, warga telah kembali ke rumah lantaran air telah surut.

(*/Red/Jagakampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here