Musyawarah Gerbang Inkoppol Berlangsung Tegang, Ketua RW. 005 Jakasampurna Bersikeras

Jagakampung.com, Kota Bekasi – Kembali lagi masalah penutupan gerbang perumahan menjadi polemik baru di Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi. Setelah sebelumnya masalah gerbang perumahan di Jl. Cendana Raya rampung, kini kembali pihak Kelurahan dibuat pusing oleh masalah penutupan gerbang perumahan Inkoppol di RW 005.

Sejumlah Ketua Rukun Warga (RW) di wilayah Kelurahan Jakasampurna terlihat hadir mengikuti kegiatan Musyawarah rencana pembukaan gerbang perumahan Inkoppol, yang telah di tutup selama masa pandemi berlangsung. Kegiatan yang digelar oleh pihak Kelurahan dan Forum RW ini berlangsung di Aula Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Jumat malam (13/11/2020). 

Kegiatan musyawarah ini berlangsung dengan melibatkan Lurah Jakasampurna, Edi Djunaedi, ST didampingi Triyanto, S.Pd selaku Sekretaris Kelurahan dan para Kasie Kelurahan Jakasampurna, serta seluruh peserta musyawarah yang terdiri dari Ketua RW. 001, Ketua RW. 018, Ketua RW. 019 sebagai wilayah yang bersinggungan dengan lokasi gerbang perumahan Inkoppol. 

Sesuai data undangan kegiatan, hanya Ketua RW. 005 yang saat itu didampingi oleh seluruh Ketua RT-nya. Selain itu, KH. Drs. Fuady Ahmad, Tokoh Masyarakat sekaligus Tokoh Agama di Kelurahan Jakasampurna, dan Ustad. Mustarek, Ketua Forum RW Kelurahan Jakasampurna, yang juga turut mengikuti musyawarah tersebut.

WAJIB BACA :  DPPKB Kota Bekasi Berhasil Antarkan BKR & PIK R Binaannya Jadi Juara Tingkat Provinsi

Usai kegiatan musyawarah berlangsung, ketika dimintai penjelasan oleh media ini, Supriyono Ketua RW. 005 dengan singkat mengatakan, “Rapat pembukaan pintu, sampai sekarang warga kita belum bisa membuka,” kata Supriyono, mengatasnamakan suara warga di RW. 005 Kelurahan Jakasampurna.

Ketika wartawan media ini melanjutkan pertanyaan, dan menyinggung tentang karantina wilayah dengan pelonggaran aktivitas masyarakat melalui ATHB (Adaptasi Tatanan Hidup Baru), yang di atur oleh Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemerintah Pusat, Supriyono seorang Ketua RW dengan nada keras melontarkan, “Tapi kan COVID belum selesai. Ya sudah COVID belum selesai itu saja,” teriak Supriyono kepada wartawan, menghardik pertanyaan yang sempat diberikan media ini.

Musyawarah yang dilaksanakan itu, awalnya bertujuan dengan hasil membuka kembali gerbang perumahan Inkoppol yang berada di wilayah RW. 005. Permintaan ini disuarakan oleh warga yang bersinggungan langusung seperti, warga di RW. 001, RW. 018, dan warga di lingkungan RW. 019, terhadap gerbang perumahan Inkoppol.

Pasalnya posisi warga dari luar Perumahan Inkoppol ini, tidak dapat mengakses Gerbang itu sejak masa pandemi, sebab telah diberlakukan Karantina Wilayah. Tidak terlalu banyak di dapat, bagaimana awal permulaan ditutupnya gerbang perumahan Inkoppol, yang pasti menurut beberapa warga gerbang itu sebelumnya bisa dilalui dan telah menjadi akses bagi masyarakat sekitar. 

Berhubung penutupan gerbang perumahan Inkoppol dilakukan dengan alasan pencegahan penularan terhadap Covid-19, Edi Djunaedi mempertegas, “Seharusnya seluruh pihak yang kami undang pada malam ini memahami dan mengerti, undangan musyawarah tersebut untuk membuka kembali gerbang perumahan Inkoppol. Mengingat pencegahan terhadap penularan Covid-19, memang sebelumnya pemerintah sendiri telah memberlakukan yang namanya karantina wilayah, tetapi kini telah menjadi karantina keluarga,” tegas Edi sambil memberikan penjelasan mengenai pencegahan penularan Covid-19 di wilayah.

WAJIB BACA :  Harlan Bocah Penderita Tumor Otot Di Padurenan, Butuh Uluran Pertolongan

Selanjutnya Edi pun sempat menyayangkan sikap Ketua RW. 005 yang bersikeras saat musyawarah sedang berlangsung, bukannya menghasilkan sebuah mufakat, pelaksanaan musyawarah itu malah berlangsung dengan tegang. Kedua belah pihak belum bisa menemukan titik terang solusi dari permasalahan itu, “Harapan saya itu tadi ada solusi, mungkin karena memang waktu pertemuannya kurang pas jadi seperti ini. Pastinya permasalahan ini akan kita tindaklanjuti, guna mencapai sebuah hasil yang terbaik untuk semua pihak,” ungkap Lurah Jakasampurna. 

Sementara KH. Drs. Fuady Ahmad selaku tokoh masyarakat setempat menyarankan agar semua dapat dipecahkan dengan kepala dingin. KH. Drs. Fuady Ahmad pun merasa khawatir jika kedua belah pihak masih terus bersikeras, maka dari itu ia sedikit memberi saran kepada Ketua RW. 005, “Berilah kelonggaran, jangan ditutup paten. Buka-tutuplah istilahnya, Jam berapa buka dan Jam berapa tutup, itu lebih baik. Ketimbang dari pada masyarakat di RW. 001, RW. 018, dan RW. 019 berontak,” imbuh KH. Drs. Fuady Ahmad memberikan pendapatnya. 

Sedangkan Amir selaku Ketua RW 001, yang wilayahnya bersinggungan langsung terkait penutupan gerbang perumahan Inkoppol menuturkan, “Lah sekarangkan sudah ada kebijakan ATHB (red – Adaptasi Tatanan Hidup Baru), itu sudah diperbolehkan. Jalan-jalan itu untuk akses kepentingan seperti, Sosial, Ekonomi, dan Keamanan. Nah untuk masalah COVID itu bisa dijaga bersama-sama,” terang Amir dan menilai bahwa jawaban dari Ketua RW. 005 terkait dengan Covid hanya sebuah alasan.

WAJIB BACA :  Preman Aniaya Jurnalis Terkait Pemberitaan Tambang Ilegal

Kegiatan musyawarah pada malam itu masih belum membuahkan hasil, namun Edi Djunaedi mengaku akan menindaklanjuti permasalahan yang terjadi. “Sebagai pamong di wilayah kami akan terus memonitoring permasalahan ini agar ada solusi yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya mengakhiri.(And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here