Karut Marut PSBB: Tujuan Jokowi dan Anies Sama, Cuma Beda Tafsir

Jagakampung.com : Minimnya koordinasi antara Pemda DKI dan pemerintah pusat dalam menangani pandemi Covid-19 dianggap sebagai sumber karut marut kritikan yang muncul pasca Gubernur Anies kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat demi kesehatan masyarakat Jakarta.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan, ada beda persepsi antara pemerintah pusat dan daerah mengenai definisi PSBB, sehingga kerap bersinggungan.

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah sebelum menerapkan PSBB perlu melakukan persamaan persepsi dan definisi terhadap PSBB itu sendiri. Pasalnya, PSBB merupakan amanat UU, yang memiliki arti pembatasan sosial berskala besar menyangkut berbagai aspek dan dimensi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

WAJIB BACA :  Sarasehan Desa BKNDI Papua: Upaya Membangun Indonesia Untuk Indonesia Timur

“Jadi, menurut saya definisi terkait dengan PSBB itu sendiri perlu didudukkan terlebih dahulu, baru kita lihat bagaimana implementasi sebenarnya di lapangan. Jadi ini kan, masih ada dua tafsir ini, tafsirnya Gubernur DKI Jakarta, dan tafsirnya Presiden Jokowi,” ujar Saleh seperti dilansir rmol.id, Jumat (11/9/2020).

Legislator dari Fraksi PAN ini mengharapkan agar pusat dan daerah memiliki persepsi yang sama dalam mengartikan PSBB dan melakukan koordinasi yang benar dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

“Saya berharap tafsir itu hanya satu, sehingga pelaksanaannya itu betul-betul terkoordinasi dengan benar ya, antara pemerintah pusat dan daerah. Dan itu nanti ini, pemberlakuan PSBB itu efektif dengan begitu bisa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” katanya.

WAJIB BACA :  Sepertinya Jokowi dan Anies Mulai Kompak Tangani Covid-19, Ini Indikasinya

Secara substansi, Saleh yakin baik Presiden Joko Widodo maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang bersinggungan sebenarnya memiliki tujuan yang sama. Yaitu menyelamatkan masyarakat dari ancaman pandemi Covid-19.

Untuk itu, dia berharap baik pusat maupun daerah bisa satu persepsi dalam penerapan PSBB.

“Presiden Jokowi dan juga Anies Baswedan tujuannya sama. Sama-sama ingin memerangi Covid-19. Tetapi, mungkin penafsiran terhadap PSBB-nya itu yang berbeda. Agar terjadi koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah saya kira perlu dirumuskan,” tandasnya.

WAJIB BACA :  Diumumkan 2018, Kamera Zeiss ZX1 Bersistem Android Akhirnya Dijual

Istana Naik Pitam-Buzzer Marah Besar

Diketahui, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny K Harman membalas cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie yang menyesalkan minimnya koordinasi antara Pemda DKI dan pemerintah pusat dalam menangani pandemi Covid-19.

Menurut Benny, keputusan Anies Baswedan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total membuat Istana marah.

“Kebijakan perang total Gubernur Anis melawan Covid-19 dgn melockdown DKI bikin istana naik pitam dan para buzzernya marah besar,” kata Benny melalui akun Twitternya @BennyHarmanID, Jumat (11/9/2020).

Benny mengatakan, Anies dianggap bertentangan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang ingin berdamai dengan Covid-19. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here