Haul Tuan Syekh Yang Digelar Secara Virtual Di Cilongok Dapat Apresiasi Dari Polda Banten

Jagakampung.com, Serang-Banten – Polisi dari Polda Banten memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pondok Pesanten Al- Istiqlaiyyah KH Uci Turtusi yang membatalkan mengundang jamaah dengan memutuskan Haul Tuan Syekh Abul Qodir Al-Jaelani dengan virtual.

“Kami sangat apresiasi  kepada Abuya Uci Cilongok yang menyelenggarakan Haul Syekh Abdul Qodir secara virtual,” ujar Kombes Pol Edy Sumardi, Kabid Humas Polda Banten kepada wartawan, Jum’at (20/11/2020).

Edy menerangkan, bahwa di tengah rawannya penyebaran covid, pola penyelenggaraan event secara virtual merupakan solusi terbaik. “Saya kira Abuya Uci ini merupakan contoh solutif pemuka Agama dalam penyelengaraan event keagamaan,” lanjutnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Polisi tidak memberikan izin diadakannya acara tahunan tersebut dengan berbagai pertimbangan untuk mengindari terjadinya cluster baru penyebaran covid.

WAJIB BACA :  Biarkan Saja Jiwasraya Bangkrut, Negara Jangan Tolong BUMN Korup, Kata Fahri

Sementara itu, sekretaris Kegiatan, Agung Permana Menjelaskan, bahwa Kegiatan virtual ini merupakan respon dari potensi tingkat penyebaran covid, karena diprediksi acara akan dihadiri ribuan jama’ah.

“Karena bahayanya covid, demi kemaslahatan umat kita urungkan penyelenggaraan acara tatap muka menjadi virtual,” tukas Agung, melalui edaran video yang dibuatnya.

Rencananya acara tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 29 November 2020 di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang.

WAJIB BACA :  FPII Pesawaran Soroti Dugaan Adanya Penyimpangan Anggaran KPUD Pesawaran

Untuk diketahui, bahwa Pesantren Al-Istiqlaliyyah didirikan pada tahun 1957 M oleeh KH. Dimiyati (almarhum). Seorang ulama yang digolongkan sebagai salah satu dari tiga ulama sufi berpengaruh di Jawa. Abuya Dimyati Cilongok merupakan ayah dari KH. Uci Turtusi, pimpinan pondok pesantren saat ini.

Seperti pesantren salafiyah lainnya, kurikulum pendidikan yang ada di pesantren ini didasarkan pada kajian kitab kuning dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu bahasa dan ilmu fiqih. Semuanya disampaikan dalam metode pengajaran sorogan dan bandungan.

WAJIB BACA :  Maklumat Kapolri Tidak Batasi Kebebasan Pers Dan Kebebasan Berpendapat

Setiap minggu pagi, pesantren ini selalu ramai karena berlangsung pengajian um yang dipimpin oleh Abah Uci Turtusi, biasanya pengajian ini dihadiri ribuan orang. (team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here