Gencatan Senjata Ketiga Diberlakukan di Perang Armenia vs Azerbaijan

Seorang prajurit Armenia menembakkan meriam ke arah posisi Azerbaijan di Republik Nagorno-Karabakh yang memproklamirkan diri, Azerbaijan, Selasa, 29 September 2020. Pasukan Armenia dan Azerbaijan saling menuduh melakukan serangan di wilayah mereka pada hari Selasa, saat memperebutkan wilayah separatis Nagorno-Karabakh berlanjut selama tiga hari berturut-turut setelah konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade. (Foto: Sipan Gyulumyan / Layanan Pers Kementerian Pertahanan Armenia / Foto PAN via AP)

Baku, Jagakampung.com – Dua kali gencatan senjata diberlakukan dalam perang Armenia versus Azerbaijan, namun gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober dan 18 Oktober itu dilanggar kedua negara tersebut dengan saling menyalahkan.

Dan hari ini, kembali diberlakukan gencatan senjata untuk kemanusiaan, diberlakukan pada hari ini, Senin (26/10/2020). Gencatan senjata ini merupakan yang ketiga kalinya sejak konflik hebat pecah 27 September lalu.

Gencatan senjata ketiga ini ditengahi Amerika Serikat (AS). Yerevan dan Baku pada hari Minggu telah membuat pernyataan bersama tentang kesepakatan gencatan senjata yang akan berlaku mulai hari Senin.

WAJIB BACA :  Sadis, 4 Tahun Sudah, 8 Bulan Honor Panitia Asian Games 2018 Belum Dibayar? ISCW: Dzolim Itu!

Menteri Luar Negeri kedua negara bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun pada hari Sabtu pekan lalu.

“Menegaskan kembali komitmen untuk menerapkan dan mematuhi gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati di Moskow pada 10 Oktober,” bunyi pernyataan bersama mereka yang dikutip jagakampung dari situs nasional Indonesia via AFP.

“Amerika Serikat memfasilitasi negosiasi intensif di antara para Menteri Luar Negeri dan Ketua Bersama Grup Minsk untuk membawa Armenia dan Azerbaijan lebih dekat ke penyelesaian damai (atas) konflik Nagorno-Karabakh,” lanjut pernyataan tersebut.

WAJIB BACA :  Video Viral, Situs DPR Diserang, Tertulis jadi 'Dewan Penghianat Rakyat'

Dalam pernyataan terpisah, OSCE Minsk Group, yang dibentuk untuk menengahi konflik dan dipimpin oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, mengatakan ketua bersama dan menteri luar negerinya akan bertemu lagi di Jenewa pada 29 Oktober untuk membahas penyelesaian damai dari Konflik Nagorno-Karabakh sesuai dengan prinsip dasar yang diterima oleh para pemimpin Azerbaijan dan Armenia.

Nagorno-Karabakh terletak di Azerbaijan, tetapi telah berada di bawah kendali pasukan etnis Armenia yang didukung oleh Armenia sejak perang di sana berakhir pada tahun 1994.

WAJIB BACA :  TPNPB OPM Akui Sejak Lama Beli Senjata dari Aparat RI, Didatangkan dari Jakarta Pakai Hercules

Namun sejumlah wilayah di Nagorno-Karabakh berhasil direbut kembali pasukan Azerbaijan yang melibatkan artileri berat, roket, dan drone.

Akankah gencatan senjata ketiga ini akan kembali dilanggar dua pihak bertikai itu?

(*/RedHuge/Jagakampung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here