7 Unsur-unsur Kebudayaan dalam Masyarakat, Apa Saja?

Jagakampung.com – Budaya adalah suatu cara hidup berkembang yang melekat pada sekelompok orang, dan diwariskan secara turun temurun. Budaya merupakan bentuk dari pemikiran dan aktivitas dari sebuah kelompok masyarakat.

Dalam sebuah kebudayaan, terdapat unsur-unsur kebudayaan yang membentuk budaya dalam sebuah kelompok masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan tersebut dibagi menjadi tujuh unsur, yaitu bahasa, pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, ekonomi, religi, dan kesenian.

Berikut merdeka.com sajikan penjelasan mengenai ketujuh unsur-unsur kebudayaan tersebut yang dapat menambah wawasan Anda.

1. Bahasa

Unsur-unsur kebudayaan yang pertama adalah bahasa. Bahasa merupakan alat bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi dengan sesamanya.

Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, yang kemudian akan diwariskan kepada generasi penerusnya dengan menggunakan bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki kedudukan yang penting dalam analisis kebudayaan manusia.

2. Pengetahuan

Unsur-unsur kebudayaan yang kedua adalah pengetahuan. Sistem pengetahuan berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi, karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia.

Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Namun, yang menjadi kajian dalam antropologi adalah bagaimana pengetahuan manusia digunakan untuk mempertahankan hidupnya.

WAJIB BACA :  Danramil 06/Jtu Pimpin Tiga Pilar Lakukan PDMPK, Memutus Penyebaran Covid-19

Tiap kebudayaan selalu memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Pengetahuan tersebut antara lain:

  • alam sekitarnya;
  • tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya;
  • binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
  • zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
  • tubuh manusia;
  • sifat-sifat dan tingkah laku manusia;
  • ruang dan waktu.

3. Organisasi Sosial

Unsur-unsur kebudayaan yang ketiga adalah organisasi sosial. Kehidupan dalam setiap kelompok masyarakat diatur oleh adat istiadat dan aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup.

Kesatuan sosial yang paling dasar adalah kerabat, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Kemudian, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial.

Kekerabatan juga berkaitan dengan perkawinan, karena perkawinan merupakan inti atau dasar dalam pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.

4. Peralatan Hidup dan Teknologi

Unsur-unsur kebudayaan yang keempat adalah peralatan hidup dan teknologi. Manusia selalu berusaha mempertahankan hidupnya, sehingga mereka akan selalu terdorong untuk membuat peralatan atau benda-benda untuk mendukung tujuan tersebut.

WAJIB BACA :  Imam Besar FBR Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Pada masyarakat tradisional, terdapat delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang digunakan oleh kelompok manusia yang hidup berpindah-pindah atau masyarakat pertanian, yaitu;

  • Alat-alat produktif;
  • Senjata;
  • Wadah;
  • Alat untuk menyalakan api;
  • Makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan;
  • Pakaian dan perhiasan;
  • Tempat berlindung dan perumahan;
  • Alat-alat transportasi

5. Ekonomi

Unsur-unsur kebudayaan yang kelima adalah ekonomi atau mata pencaharian. Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus penting dalam kajian etnografi.

Dalam penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian, mengkaji bagaimana suatu kelompok masyarakat mencukupi kebutuhan hidupnya melalui mata pencaharian atau sistem perekonomian mereka. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain;

  • berburu dan meramu;
  • beternak;
  • bercocok tanam di ladang;
  • menangkap ikan;
  • bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.

Lima sistem mata pencaharian tersebut merupakan jenis mata pencaharian manusia yang paling tua dan banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat pada masa lampau.

6. Religi

Unsur-unsur kebudayaan yang keenam adalah unsur religi. Kajian antropologi dalam memahami unsur religi sebagai kebudayaan manusia tidak dapat dipisahkan dari emosi keagamaan.

Emosi keagamaan merupakan perasaan dalam diri manusia yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius. Emosi ini juga yang memunculkan konsepsi benda-benda yang dianggap sakral dalam kehidupan manusia.

WAJIB BACA :  Pernyataan Tegas KSBSI: Tolak Omnibus Law Ciptaker, Instruksikan Aksi Nasional

Dalam sistem religi masih ada tiga unsur lain yang perlu dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu.

7. Kesenian

Unsur-unsur kebudayaan yang ketujuh adalah kesenian. Para ahli antropologi mulai memperhatikan unsur kesenian setelah melakukan penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan.

Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, relief, ukiran, dan lukisan. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental. Seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Kemudian terdapat seni gerak dan seni tari, yaitu seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan.

Dalam kajian antropologi kontemporer terdapat kajian visual culture, yakni analisis kebudayaan yang khusus mengkaji seni film dan foto. Dua media seni tersebut berusaha menampilkan kehidupan manusia beserta kebudayaannya dari sisi visual berupa film dokumenter atau karya-karya foto. (Merdeka.com/Andre Kurniawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here